Spesialis Pondasi Dalam | Survey Gratis

Jasa Bore Pile Jakarta Profesional

Pondasi Kuat untuk Rumah, Ruko & Gedung Bertingkat

Konsultasi Gratis WhatsApp Sekarang

Layanan Kami

Rumah 2-3 Lantai

Solusi pondasi untuk tanah labil.

Ruko & Gedung

Pekerjaan cepat & struktur aman.

Proyek Developer

Mesin dan tim sendiri.

Artikel Terbaru

WARNA DAN STRUKTUR TANAH

Sumber : WARNA DAN STRUKTUR TANAH

I.       PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Warna tanah adalah sifat tanah yang paling jelas dan mudah ditentukan. Walaupun warna mempunyai pengaruh yang kecil terhadap kegunaan tanah, tetapi kadang-kadang dapat dijadikan petunjuk adanya sifat-sifat khusus dari tanah. Misalnya, warna tanah gelap mencirikan kandungan bahan organik tinggi. Warna kelabu menunjukkan bahwa tanah sudah mengalami pelapukan lanjut. Warna tanah ditentukan dengan cara membandingkan dengan warna baku yang terdapat  pada “Munsell Soil Color Chart”. Penentuan ini meliputi penetapan warna dasar tanah (matriks), warna bidang struktur dan selaput liat, warna karatan dan konkresi, warna plintit dan warna humus. Warna tanah dinyatakan dalam tiga satuan, yaitu: kilap (hue), nilai (value), dan kroma (chroma). Kilap berhubungan erat dengan panjang gelombang cahaya. Nilai berhubungan dengan kebersihan warna. Kroma kadang-kadang disebut kejenuhan, yaitu kemurnian relative dari spektrum warna.
Struktur tanah adalah butiran majemuk yang terdiri dari sejumlah butir tunggal yang diikat oleh bahan organik, liat, hidroksida Al dan Fe, dan flokulasi kation tertentu. Butir majemuk yang disebut agregat dan terbentuk secara alamiah disebut ped. Ped dapat digambarkan berdasarkan tingkat perkembangan yaitu lemah, sedang, dan kuat. Selain itu, ped juga dapat digolongkan berdasarkan ukurannya, yaitu halus, sedang, atau kasar. Bentuk ped dapat menentukan apakah struktur suatu tanah terbentuk lempung (plate), berbutir (granular), kubus (gumpal bersudut), tiang (columnar) atau prisma (prismatic). Jika bentuk ped dari suatu tanah tidak menunjukkan salah satu bentuk struktur ped tersebut, maka tanah tersebut dapat dikategorikan berstruktur pejal (masif) atau lepas/ butir tunggal/ single grain.
B.       Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah:
1.         Menentukan struktur tanah
2.         menentukan warna tanah dengan Munsell Soil color Chart
3.         Menentukan bentuk dan ukuran dari agregat tanah
4.         Menentukan jenis tanah
II.    TINJAUAN PUSTAKA
Warna merupakan salah satu sifat fisik tanah yang lebih banyak digunakan untuk pendeskripsian karakter tanah, karena tidak mempunyai efek langsung terhadap tekanan tetapi secara tidak langsung berpengaruh lewat dampaknya terhadap temperature dan kelembaban tanah. Kebanyakan tanah mempunyai warna yang tidak murni tetapi campuran kelabu, coklat, dan bercak (rust), kerap kali 2-3 warna terjadi dalam bentuk spot-spot, disebut karatan (mottling). Warna tanah merupakan komposit (campuran) dari warna-warna komponen-komponen penyusunannya. Efek komponen-komponen penyusunannya terhadap warna komposit ini secara langsung proporsional terhadap total permukaan tanah yang setara dengan luas permukaan spesifik dikali proporsi volumetrik masing-masingnya terhadap tanah, yang bermakna materi koloidal mempunyai dampak terbesar terhadap warna tanah, misalnya humus dan besi hidroksida yang secara jelas menentukan warna tanah. Karatan merupakan warna hasil pelarutan dan pergerakan beberapa komponen tanah, khususnya besi (Fe) dan Mangan (Mn), selam musim hujan, yang kemudian mengalami prespitasi (pengendapan) dan deposisi (perubahan posisi) ketika tanah mengalami pengeringan. Karatan berwarna terang hanya sedikit terjadi pada tanah yang rendah kadar besi atau mangannya, sedangkan karatan berwarna gelap terbebtuk apabila besi dan mangan tersebut mengalami prespitasi.
Struktur tanah merupakan kenampakan bentuk atau susunan partikel-partikel primer tanah hingga partikel sekunder yang membentuk agregat. Struktur tanah berfungsi memodifikasi pengaruh tekstur terhadap kondisi drainase atau aerasi tanah, karena susunan antara agregat tanah akan menghasilkan ruang yang lebih memudahkan sistem perakaran tanaman untuk berpenetrasi dan mengabsorbsi (menyerap) hara dan air, sehingga pertumbuhan dan produksi menjadi lebih baik (Hanafiah, 2007).
Warna tanah merupakan morfologi tanah yang dapat tegas disidik dan diukur. Warna tanah itu sendiri sebenarnya sedikit kepentingannya, namun seringkali mampu bertindak sebagai penunjuk keadaan lain tanah yang penting. Menurut Olson (1981), berpendapat bahwa warna tanah ini sangat penting untuk diperi karena kemampuannya memberi sejumlah gambaran mengenai segi pelikan tanah, tingkat peluruhan bahan tanah, beberapa segi unjuk kerja dan penggunaan tanah, kandungan bahan organik tanah dan gejolak musiman air tanah. Menurut Joffe (1949), bahwa warna tanah merupakan suatu alat yang dapat digunakan untuk membedakan horizon-horizon tanah dari suatu profil secara cepat. Sebagian besar tanah mempunyai warna yang merupakan hasil proses-proses pedogenik, dan sebagian lainnya adalah berasal dari warna hakiki bahan induknya. Warna tanah dikendalikkan oleh 4 jenis bahan, yaitu senyawa-senyawa besi, senyawa mangan dan magnetik, kuarsa dan feldspar, dan bahan organik. Adanya keadaan lingkungan yang beragam maka akan memberikan kisaran warna dalam selang lebar. Faktor lingkungan tanah yang banyak berpengaruh pada kisaran warna tanah adalah kelengasan tanah dan temperatur tanah, yang secara umum akan berpengaruh terhadap pengatusan dan tata udara tanah.
Suatu profil tanah terdiri dari horizon-horizon dengan warna beragam antara horizon dan dalam satu horizon. Pada pemerian profil tanah, warna setiap horizon itu haruslah diperi secara lengkap. Pemerian warna tanah juga perlu memperhatikan hubungan antara pola warna dengan struktur tanah kesarangan tanah. Agregat tanah yang disidik perlu di hancurkan untuk memastikan apakah warna tanah tampak itu seragam diseluruh agregat. Buku Munsell Soil Color Chart merupakan buku pedoman pemerian warna tanah yang dipublikasikan oleh Badan Pertanian Amerika Serikat (USDA). Buku edisi tahun 1971 ini terdiri dari tujuh halaman warna mempunyai sejumlah potongan warna dan jumlah potongan warna pada tujuh halaman ini adalah 196 potong. Potongan-potongan warna merupakan versi modifikasi dari kumpulan warna yang terdapat dalam buku induk Munsell dan hanya mencakup 1/5 dari seluruh kisaran warna edisi lengkapnya (Poerwidodo, 1991)
Struktur tanah menunjukkan kombinasi atau susunan partikel-partikel tanah primer (pasir, debu, dan liat) sampai pada partikel-partikel sekunder atau ped disebut juga agregat. Struktur suatu horizon yang berbeda satu profil tanah merupakan satu ciri penting tanah, seperti warna tekstur atau komposisi kimia. Struktur mengubah pengaruh tekstur dengan memperhatikan hubungan kelembaban udara. Struktur berkenbang tidak dari satu butir tunggal maupun dari keadaan pejal. Warna merupakan sifat tanah yang nyata dan mudah dikenali. Warna merupakan sifat tanah yang nyata, bagaimanapun terutama digunakan sebagai suatu ukuran langsung dibandingkan sifat tanah yang penting lainnya yang sukar diamati dan diukur dengan teliti misalnya drainase. Jadi warna tanah bila digunakan dengan ciri-ciri lainnya berguna dalam penbentukan tanah dan penggunaan lahan. Bahan organik merupakan sebuah bahan utama pewarnaan tanah tergantung pada keadaan alaminya, jumlah dan penyebaran dalam profil tanah tersebut. Bahan organik biasanya tertinggi di lapisan permukaan tanah di daerah sedang warna permukaan tanahnya agak gelap (Foth, 1998).
Struktur tanah merupakan sifat fisik tanah yang menggambarkan susunan ruangan partikel-partikel tanah yang bergabung satu dengan yang lain membentuk agregat dari hasil proses pedogenesis. Struktur tanah berhubungan dengan cara dimana partikel pasir, debu, dan liat relatif disusun satu sama lain. Di dalam tanah dengan struktur yang baik, partikel pasir dan debu dipegang bersama pada agregat-agregat (gumpalan kecil) oleh liat humus dan kalsium. Ruang kosong yang besar antara agregat (makroform) membentuk sirkulasi air dan udara, juga akar tanaman untuk tumbuh ke bawah tanah yang lebih dalam. Sedangkan ruangan kosong yang kecil (mikroform) memgang air untuk kebutuhan tanaman. Idealnya bahwa struktur disebut granular (Hadi Utomo, 1982).
Struktur tanah, warna tanah, dan kedalaman/solum tanah menentukan besar kecilnya air limpasan permukaan dan laju penjenuhan tanah oleh air. Pada tanah bersolum dalam (>90 cm), struktur gembur, dan penutupan lahan rapat, sebagian besar air hujan terinfiltrasi ke dalam tanah dan hanya sebgian kecil yang menjadi limpasan permukaan (longsor). Sebaliknya, pada tanah bersolum dangkal struktur padat, dan penutupan lahan kurang rapat, hanya sebagian kecil air hujan yang terinfiltrasi dan sebgian besar menjadi aliran permukaan (longsor). Macam-macam struktur tanah yaitu granular,kubus, lempeng dan prisma (Anonim, 2010)
III.       HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN
A.    Hasil Pengamatan
Tabel Penetapan Warna dan Struktur Tanah
Lapisan
Simbol
lapisan
Kedalaman
(cm)
Warna Tanah
Struktur
(Bentuk dan Ukuran)
      1
Ap
0-17 cm
7,5 YR 3/3,
Dark Brown (coklat gelap)
Remah (crumb). Bentuknya porous, bulat, ukuran kecil, agregat tidak terikat satu sama lain.
2
AB
17-47 cm
5 YR 4/4,
Reddish Brown
Gumpal (subangular blocky).
Berbentuk kubus dengan sumbu vertikal sama dengan sumbu horizontal, agregat berpegang erat dengan yang lainnya.
3
B1
47-92 cm
5 YR 4/6,
Yellowish Red
Gumpal bersudut (Angular Blocky).
Berbentuk kubus dengan sudut tajam, sumbu vertical sama dengan sumbu horizontal
4
B2
92-125 cm
10 R 3/6
Dark Red
Gumpal bersudut (Angular Blocky).
Berbentuk kubus dengan sudut tajam, sumbu vertical sama dengan sumbu horizontal
5
B3
125-150 cm
2,5 YR 4/6,
Red (merah)
Gumpal (subangular blocky).
Berbentuk kubus dengan sumbu vertikal sama dengan sumbu horizontal, agregat berpegang erat dengan yang lainnya.
B.     Pembahasan
Warna tanah adalah salah satu fisik yang lebih banyak digunakan untuk pendeskripsian karakter tanah, karena tidak mempunyai efek langsung terhadap tetanam tetapi secara tidak langsung berpengaruh terhadap temperatur dan kelembaban tanah. Warna tanah dapat meliputi putih, merah, coklat, kelabu, kuning, adapula kebiruan dan kehijauan.
Struktur tanah adalah kenampakan bentuk atau susnan partikel-partikel primer tanah (pasir, debu dan liat individual) hingga partikel-partikel sekunder (gabungan artikel-artikel primer yang membentuk agregat (bongkah)).
Pada praktikum ini dilakukan pengamatan warna dan struktur tanah. Dari hasil pengamatan didapatkan data sesuai dengan tabel penetapan warna tanah dan struktur tanah. Pada pengamatan ini terdapat 5 lapisan tanah yang dimulai dari atas sampai ke bawah yaitu Ap, AB, B1, B2, dan B3. Setiap lapisan ini memiliki warna dan struktur tanah yang berbeda-beda.
Tanah lapisan 1 (Ap)  memiliki struktur tanah yang remah, yaitu berbentuk porous, bulat, ukuran kecil, dan agregat tidak terikat satu sama lain. Lapiasan 1 terdapat pada kedalaman 0-17 cm. Warna tanah pada laisan 1 yang ditetapkan dengan Munsel Soil Color Chart adalah 7,5 YR 3/3 yaitu Dark Brown atau coklat gelap. Lapisan ini berwarna coklat gelap karena mengandung bahan organik. Bahan organik ini berasala dari sisa-sisa tanaman yang mengalami peruraian yang akan mempunyai warna cenderung lebih hitam.
Tanah lapisan 2 yaitu diberi simbol AB. Warna tanah pada lapisan AB yaitu ditetapkan dengan menggunakan Munsell Soil Color Chart adalah 5YR 4/4 yaitu Reddish Brown (coklat kemerah-merahan). Lapisan  ini terdapat pada kedalaman 17-47 cm. Struktur tanah pada lapisan ini adalah gumpal (Sub angular blocky) yaitu berbentuk kubus dengan sumbu vertikal sama dengan sumbu horizontzl, dan agregat berpegang erat dengan yang lainnya.
Tanah lapisan 3 yaitu diberi simbol B1 yang berkedalaman antara 47-92 cm. Warna pada lapisan ini adalah merah kekuning-kuningan (yellowish red) dengan kisaran warna 5 YR 4/6 (penetapan Munsell Soil Color Chart). Struktur tanah pada lapisan ini adalah gumpal bersudut (angular blocky) yaitu berbentuk kubus dengan sudut tajam sumbu vertikal sama dengan sumbu horizontal. Tanah pada lapisan 3 dan 4 mempunyai struktur yang sama yaitu gumpal bersudut (angular blocky).
 Tanah pada lapisan ke 4 diberi simbol B2. tanah ini berkedalaman antara 92-125 cm. Warna tanah pada lapisan B2 adalah merah gelap (dark red). Kisaran warna 10 R 3/6. struktur tanahnya adalah gumpal bersudut) yaitu berbentuk kubus dengan sudut tajam sumbu vertikal sama dengan sumbu horizontal.
Tanah lapisan 5 atau yang terakhir diberi simbol b#. Kedalaman tanah ini antara 125-150 cm. Warna tanah laipsan B3 adalah merah (red). Kisaran warna menurut penetapan Munsell Soil Color Chart adalah 2,5 YR 4/6. warna merah menunjukkan berlangsungnya oksidasi tinggi terhadap senyawa besi dan hanya mungkin terjadi jika tubuh bertata udara baik dan temperature tanah tinggi dengan jeluk air bumi dalam.
Struktur tanah semakin ke bawah semakinkeras kemudian menjadi lembut lagi. Hal ini dikarenakan pengaruh faktor pembentukan agregat dan profil tanah. Tanah pada lapisan atas (lapisan 1) remah, kemudian semakin ke bawah keras tetapi pada lapisan selanjutnya tanah lembut lagi. Lapisan atas remah disebabkan bahan organik dimana lapisan ini adalah lapisan pengolahan tanah. Pada lapisan 2 tanah remah dan agak sedikit lembut, hal ini dikarenakan pada tanah lapisan ini terjadi pencucian dab pengendapan unsur hara. Selanjutnya, pada tanah lapisan 3 tanah lebih lembut dikarenakan tanah pada lapisan ini trtjadi pengendapan tingkat pertama/awak. Kemudian pada lapisan ke 4 tanah lebih keras disebabkan karena lapisan ini mengalami proses pengendapan maksimal. Pada lapisan terakhir (lapisan 5) tanah kembali menjadi lebih lembut karena kembali ke bahan induk tanah/ campuran bahan induk.
Warna tanah dari lapisan atas (lapisan 1) samapi lapisan bawah (lapisan 5) berbeda, dikarenakan dipengaruhi oleh luas permukaan spesifik yang dikali dengan proporsi volumetrik masing-masing terhadap tanah. Perbedaan warna tanah juga disebabkan oleh warna humus, besioksida dan besi hidroksida dan juga kandungan bahan organiknya terdapat pada tanah tersebut. Semakin gelap warna tanah maka kandungan bahan organiknya semakin tinggi. Warna tanah yamng berwarna merah menunjukkan berlangsungnya oksidasi tinggi terhadap senyawa besi. Warna kuning pada tanah karena adanya oksidasi-oksidasi  besi terhidrat pada tanah-tanah dengan atusan sering kali sangat terhambat. Tanah-tanah berwarna kuning terbentuk pada temperatur rendah dan curah hujan yang tinggi sehingga persenyawaan besi tersedia dalam bentuk oksi-hidrat dan temperatu tinggi di dataran rendah dan peluruhannya dipengaruhi oleh air bumi, tanah dari endapan sungai.
Pada pengamatan warna tanah terdapat warna matriks dan warna karat. Warna matriks adalah warna yang mendominasi ditiap horizon tanah, sedangkan warna karat adalah warna yang terbentuk akibat akumulasi Fe, mineral alin oleh air sehingga membentuk spot-spot/bercak pada tanah. Karat terdapat karat merah dan karat kuning. Karat kuning terjadi karena proses lanjutan dari karat merah apabila karat merah dibiarkan. Warna matriks juga dapat disebut warna dasar tanah.
Tanah alfisol adalah tanah-tanah yang terdapat penimbunan liat di horizon bawah. Tanah alfisol mempunyai horizon argilik dan terjadi di daerah di mana tanah hanya sebentar lembab pada paling sedikit sebagian dalam tahun tersebut. Tanah alfisol mempunyai kejenuhan basa yang tinggi yaitu lebih dari 35% (>35%) pada kedalaman 180 cm dari permukaan tanah atau pada horizon alfisol terbawah. Basa yang dilepaskan dalam tanah karena pelapukan kurang lebih sama dengan cepatnya pencucian ke bawah dengan bersama gerakan air. Jadi tingkatan alfisol sedikit agak rendah daripada Mollisol yang digunakan untuk pertanian dua jenis tanah diperkirakan berstatus basa rendah. Alfisol mempunyai urutan ketiga di dunia. Area tanah alfisol terbesar adalah di sebelah gurun Sahara di Afrika. Tanah alfisol mempunyai musim kering tertentu dan bila diolah, merupakan obyek yang serius akibat intensitas hujan lebat pada musim hujan.
Tanah ultisol merupakan tanah yang mengalami pelapukan terbanyak dan memperlihatkan pengaruh pencucian paling akhir. Tingkat pelapukan dan penbentukan ultisol berjalan lebih cepat, daerah-daerah yang beriklim humid dengan suhu tinggi dan curah hujan tinggi menyebabkan ultisol mempunyai kejenuhan basa rendah (kejenuhan basa < 35% pada horizon tanah yang lebih rendah). Selain itu, tanah ultisol juga mempunyai keasaman tanah, kejenuhan Aldd tinggi dan bahan organik rendah sampai sedang. Tanah ultisol berwarna gelap dan strukturnya padat menggumpal atau granular.
Pada kegiatan awal praktikum warna dan struktur tanah kita tidak langsung mengamati warna dan struktur tetapu kita akan membahas sedikit tentang pengenalan profil tanah. Pada pengenalan profil tanah yang akan diamati, penampang penamatan (profil) harus bersih dan terang. Penampang pada pengamatan ini tanah harus lembab ( matriks tanah harus lembab). Pertama kita tusuk-tusukan atau dicungkil-cungkil, kemudian diukur dengan menggunakan meteran sedalam 150 cm. Lihat perbedaan warna secara kasat mata untuk membedakan lapisan tanah. Setelah diketahui batas-batas antar lapisan, setiap lapisan kita tusuk-tusuk dan dicungkil-cungkil ditaruh ditangan kiri dan diremas-remas. Setelah diremas-remas kita dapat mengetahui struktur tanah dengan mengambil sampel/contoh pada tanah yang diremas-remas. Kemudian tanah yang dipergunakan untuk sampel pada struktur, kita juga dapat mengambil dan mempergunakan untuk mengetahui warna dengan menggunakan penetapan Munsel Soil Color Chart. Setelah mengambil contoh pada lapisan pertama, dilanjutkan dengan mengambil contoh pada lapisan 2,3,4, dan 5. selanjutnya, setelah mengambil contoh untuk struktur tanah maka kita akan mengetahui struk tanah dengan cara pecahkan tanah dengan tekanan jari. Apabila warna tanah di bawah lubang Munsell Soil Color Chart dengan jari. Apabila warna tanah gumpalan tadi tepat sam dengan gambar warna tekstur, maka diberi angka-angka kilap, nilai dan kroma tertinggi dan terendah yang membatasinya. Di sebelah kirinya ada bacaan tentang warna tanahnya.
IV.       KESIMPULAN
Adapun kesimpulan yang didapat pad praktikum ini adalah
1.      Warna tanah berfungsi sebagai penentu suatu status kesuburan tanah
2.      Penentuan warna tanah dilakukan di tempat yang terhindar dari sinar matahari dan menggunakan Munsell Soil Color Chart
3.      Penentuan warna pada Munsell Soil Color Chart digunakan kisaran warna 2,5 R – 10 R untuk warna merah, 2,5 Y -5 Y untuk warna kuning dan 5 YR -10 YR untuk warna coklat
4.      Warna dan struktur tanah pada tiap lapisan berbeda yang disebabkan oleh luas permukaan spesifik dengan proporsi volumetrik tanah
5.      Struktur tanah pada lapisan Ap adalah remah, lapisan AB adalah gumpal, lapisan B1 adalah gumpal bersudut, lapisan B2 adalah gumpal bersudut, dan lapisan B3 adalah gumpal
6.      Tanal Alfisol mempunyai kejenuhan basa lebih dari 35 %, dan tanah Ultisol mempunyai kejenuyhan basa kurang dari 35 %
7.      Tanah yang berwarna gelap mengandung bahan organik dan karbon
8.      Warna matriks adalah warna dasar tanah atau warna mendominasi ditiap horizon tanah.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2010. http/:www.google.com/struktur tanah.htm/210410.13:21
Foth, Henry d. 1998. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Gadjah Mada University Press : Yogyakarta
Hadi Utomo, w. 1992. Dasar-dasar Fisika Tanah. Jurusan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya : Malang
Hanafiah, Kemas A. 2007. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Pt. Raja Grafindo Persada : Jakarta
Poerwowidodo. 1991. Genesa Tanah. Rajawali : Jakarta
Tim Dosen. 2010. Penuntun Praktikum Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Universitas Lampung : Bandar Lampung
PERTANYAAN
1.      Kesimpulan apa yang dapat diambil, jika pada suatu profil tanah saudara mendapatkan data sebagian berikut :
-    memiliki bercak dengan chroma lebih kecil atau sama dengan 2 pada kedalaman kurang dari 50 cm
-    Warna matriks pada kedalaman lebih dari 25 cm lebih biru dari 10 Y
Jawab :
-    Warna tanah gelap, ada tiga penyebabnya yaitu drainase yang buruk, kandungan karbon yang tinggi dan kandungan bahan organik yang tinggi
-    Tanah ini mengandung banyak air dan alumunium serta berwarna biru
2.      Jelaskan pengaruh pengolahan tanah terhadap struktur tanah ?
Jawab:
Pengolahan tanah dapat dilakukan dengan dua tipe yaitu pengolahan manual dan menggunakan alat. Dengan pengolahan tanah secara manual struktur pada tanah akan mengalami perubahan yang sedikit tetapi apabila dengan menggunakan alat berat /traktor maka akan terjadi pemadatan tanah yang akan menekan dan mempengaruhi struktur tanah menjadi lebih padat.
  
Chat WhatsApp