I. PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Warna tanah adalah sifat tanah yang paling jelas dan mudah ditentukan.
Walaupun warna mempunyai pengaruh yang kecil terhadap kegunaan tanah, tetapi
kadang-kadang dapat dijadikan petunjuk adanya sifat-sifat khusus dari tanah.
Misalnya, warna tanah gelap mencirikan kandungan bahan organik tinggi. Warna
kelabu menunjukkan bahwa tanah sudah mengalami pelapukan lanjut. Warna tanah
ditentukan dengan cara membandingkan dengan warna baku yang terdapat pada “Munsell
Soil Color Chart”. Penentuan ini meliputi penetapan warna dasar tanah
(matriks), warna bidang struktur dan selaput liat, warna karatan dan konkresi,
warna plintit dan warna humus. Warna tanah dinyatakan dalam tiga satuan, yaitu:
kilap (hue), nilai (value), dan kroma (chroma). Kilap berhubungan erat dengan
panjang gelombang cahaya. Nilai berhubungan dengan kebersihan warna. Kroma
kadang-kadang disebut kejenuhan, yaitu kemurnian relative dari spektrum warna.
Struktur tanah adalah butiran majemuk yang terdiri dari sejumlah butir
tunggal yang diikat oleh bahan organik, liat, hidroksida Al dan Fe, dan
flokulasi kation tertentu. Butir majemuk yang disebut agregat dan terbentuk
secara alamiah disebut ped. Ped dapat digambarkan berdasarkan tingkat perkembangan
yaitu lemah, sedang, dan kuat. Selain itu, ped juga dapat digolongkan
berdasarkan ukurannya, yaitu halus, sedang, atau kasar. Bentuk ped dapat
menentukan apakah struktur suatu tanah terbentuk lempung (plate), berbutir
(granular), kubus (gumpal bersudut), tiang (columnar) atau prisma (prismatic).
Jika bentuk ped dari suatu tanah tidak menunjukkan salah satu bentuk struktur
ped tersebut, maka tanah tersebut dapat dikategorikan berstruktur pejal (masif)
atau lepas/ butir tunggal/ single grain.
B. Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum
ini adalah:
1.
Menentukan
struktur tanah
2.
menentukan warna tanah dengan Munsell Soil color Chart
3.
Menentukan bentuk dan ukuran dari agregat tanah
4.
Menentukan jenis tanah
II. TINJAUAN PUSTAKA
Warna merupakan
salah satu sifat fisik tanah yang lebih banyak digunakan untuk pendeskripsian
karakter tanah, karena tidak mempunyai efek langsung terhadap tekanan tetapi
secara tidak langsung berpengaruh lewat dampaknya terhadap temperature dan
kelembaban tanah. Kebanyakan tanah mempunyai warna yang tidak murni tetapi
campuran kelabu, coklat, dan bercak (rust), kerap kali 2-3 warna terjadi dalam
bentuk spot-spot, disebut karatan (mottling). Warna tanah merupakan komposit (campuran) dari warna-warna komponen-komponen
penyusunannya. Efek komponen-komponen penyusunannya terhadap warna komposit ini
secara langsung proporsional terhadap total permukaan tanah yang setara dengan
luas permukaan spesifik dikali proporsi volumetrik masing-masingnya terhadap
tanah, yang bermakna materi koloidal mempunyai dampak terbesar terhadap warna
tanah, misalnya humus dan besi hidroksida yang secara jelas menentukan warna
tanah. Karatan merupakan warna hasil pelarutan dan pergerakan beberapa komponen
tanah, khususnya besi (Fe) dan Mangan (Mn), selam musim hujan, yang kemudian
mengalami prespitasi (pengendapan) dan deposisi (perubahan posisi) ketika tanah
mengalami pengeringan. Karatan berwarna terang hanya sedikit terjadi pada tanah
yang rendah kadar besi atau mangannya, sedangkan karatan berwarna gelap
terbebtuk apabila besi dan mangan tersebut mengalami prespitasi.
Struktur tanah merupakan kenampakan bentuk atau
susunan partikel-partikel primer tanah hingga partikel sekunder yang membentuk
agregat. Struktur tanah berfungsi memodifikasi pengaruh tekstur terhadap
kondisi drainase atau aerasi tanah, karena susunan antara agregat tanah akan
menghasilkan ruang yang lebih memudahkan sistem perakaran tanaman untuk
berpenetrasi dan mengabsorbsi (menyerap) hara dan air, sehingga pertumbuhan dan
produksi menjadi lebih baik (Hanafiah, 2007).
Warna tanah merupakan morfologi tanah yang dapat
tegas disidik dan diukur. Warna tanah itu sendiri sebenarnya sedikit
kepentingannya, namun seringkali mampu bertindak sebagai penunjuk keadaan lain
tanah yang penting. Menurut Olson (1981), berpendapat bahwa warna tanah ini
sangat penting untuk diperi karena kemampuannya memberi sejumlah gambaran
mengenai segi pelikan tanah, tingkat peluruhan bahan tanah, beberapa segi unjuk
kerja dan penggunaan tanah, kandungan bahan organik tanah dan gejolak musiman
air tanah. Menurut Joffe (1949), bahwa warna tanah merupakan suatu alat yang
dapat digunakan untuk membedakan horizon-horizon tanah dari suatu profil secara
cepat. Sebagian besar tanah mempunyai warna yang merupakan hasil proses-proses
pedogenik, dan sebagian lainnya adalah berasal dari warna hakiki bahan
induknya. Warna tanah dikendalikkan oleh 4 jenis bahan, yaitu senyawa-senyawa
besi, senyawa mangan dan magnetik, kuarsa dan feldspar, dan bahan organik.
Adanya keadaan lingkungan yang beragam maka akan memberikan kisaran warna dalam
selang lebar. Faktor lingkungan tanah yang banyak berpengaruh pada kisaran
warna tanah adalah kelengasan tanah dan temperatur tanah, yang secara umum akan
berpengaruh terhadap pengatusan dan tata udara tanah.
Suatu profil tanah terdiri dari horizon-horizon
dengan warna beragam antara horizon dan dalam satu horizon. Pada pemerian
profil tanah, warna setiap horizon itu haruslah diperi secara lengkap. Pemerian
warna tanah juga perlu memperhatikan hubungan antara pola warna dengan struktur
tanah kesarangan tanah. Agregat tanah yang disidik perlu di hancurkan untuk
memastikan apakah warna tanah tampak itu seragam diseluruh agregat. Buku Munsell Soil Color Chart merupakan buku
pedoman pemerian warna tanah yang dipublikasikan oleh Badan Pertanian Amerika
Serikat (USDA). Buku edisi tahun 1971 ini terdiri dari tujuh halaman warna
mempunyai sejumlah potongan warna dan jumlah potongan warna pada tujuh halaman
ini adalah 196 potong. Potongan-potongan warna merupakan versi modifikasi dari
kumpulan warna yang terdapat dalam buku induk Munsell dan hanya mencakup 1/5
dari seluruh kisaran warna edisi lengkapnya (Poerwidodo, 1991)
Struktur tanah menunjukkan kombinasi atau susunan
partikel-partikel tanah primer (pasir, debu, dan liat) sampai pada
partikel-partikel sekunder atau ped disebut juga agregat. Struktur suatu
horizon yang berbeda satu profil tanah merupakan satu ciri penting tanah,
seperti warna tekstur atau komposisi kimia. Struktur mengubah pengaruh tekstur
dengan memperhatikan hubungan kelembaban udara. Struktur berkenbang tidak dari
satu butir tunggal maupun dari keadaan pejal. Warna merupakan sifat tanah yang
nyata dan mudah dikenali. Warna merupakan sifat tanah yang nyata, bagaimanapun
terutama digunakan sebagai suatu ukuran langsung dibandingkan sifat tanah yang
penting lainnya yang sukar diamati dan diukur dengan teliti misalnya drainase.
Jadi warna tanah bila digunakan dengan ciri-ciri lainnya berguna dalam penbentukan
tanah dan penggunaan lahan. Bahan organik merupakan sebuah bahan utama
pewarnaan tanah tergantung pada keadaan alaminya, jumlah dan penyebaran dalam
profil tanah tersebut. Bahan organik biasanya tertinggi di lapisan permukaan
tanah di daerah sedang warna permukaan tanahnya agak gelap (Foth, 1998).
Struktur tanah merupakan sifat fisik tanah yang
menggambarkan susunan ruangan partikel-partikel tanah yang bergabung satu
dengan yang lain membentuk agregat dari hasil proses pedogenesis. Struktur tanah berhubungan dengan cara
dimana partikel pasir, debu, dan liat relatif disusun satu sama lain. Di dalam
tanah dengan struktur yang baik, partikel pasir dan debu dipegang bersama pada
agregat-agregat (gumpalan kecil) oleh liat humus dan kalsium. Ruang kosong yang
besar antara agregat (makroform) membentuk sirkulasi air dan udara, juga akar
tanaman untuk tumbuh ke bawah tanah yang lebih dalam. Sedangkan ruangan kosong
yang kecil (mikroform) memgang air untuk kebutuhan tanaman. Idealnya bahwa
struktur disebut granular (Hadi Utomo, 1982).
Struktur tanah, warna tanah, dan kedalaman/solum
tanah menentukan besar kecilnya air limpasan permukaan dan laju penjenuhan
tanah oleh air. Pada tanah bersolum dalam (>90 cm), struktur gembur, dan
penutupan lahan rapat, sebagian besar air hujan terinfiltrasi ke dalam tanah
dan hanya sebgian kecil yang menjadi limpasan permukaan (longsor). Sebaliknya,
pada tanah bersolum dangkal struktur padat, dan penutupan lahan kurang rapat,
hanya sebagian kecil air hujan yang terinfiltrasi dan sebgian besar menjadi
aliran permukaan (longsor). Macam-macam struktur tanah yaitu granular,kubus,
lempeng dan prisma (Anonim, 2010)
III.
HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN
A.
Hasil Pengamatan
Tabel Penetapan Warna dan
Struktur Tanah
Lapisan
|
Simbol
lapisan
|
Kedalaman
(cm)
|
Warna Tanah
|
Struktur
(Bentuk dan Ukuran)
|
1
|
Ap
|
0-17
cm
|
7,5 YR 3/3,
Dark Brown (coklat gelap)
|
Remah (crumb). Bentuknya porous, bulat, ukuran kecil,
agregat tidak terikat satu sama lain.
|
2
|
AB
|
17-47 cm
|
5 YR 4/4,
Reddish Brown
|
Gumpal (subangular blocky).
Berbentuk kubus dengan sumbu
vertikal sama dengan sumbu horizontal, agregat berpegang erat dengan yang
lainnya.
|
3
|
B1
|
47-92 cm
|
5 YR 4/6,
Yellowish Red
|
Gumpal bersudut (Angular Blocky).
Berbentuk kubus dengan sudut tajam, sumbu vertical sama
dengan sumbu horizontal
|
4
|
B2
|
92-125 cm
|
10 R 3/6
Dark Red
|
Gumpal bersudut (Angular Blocky).
Berbentuk kubus dengan sudut tajam, sumbu vertical sama
dengan sumbu horizontal
|
5
|
B3
|
125-150 cm
|
2,5 YR 4/6,
Red (merah)
|
Gumpal (subangular blocky).
Berbentuk kubus dengan sumbu
vertikal sama dengan sumbu horizontal, agregat berpegang erat dengan yang
lainnya.
|
B.
Pembahasan
Warna tanah adalah salah satu fisik yang lebih
banyak digunakan untuk pendeskripsian karakter tanah, karena tidak mempunyai
efek langsung terhadap tetanam tetapi secara tidak langsung berpengaruh
terhadap temperatur dan kelembaban tanah. Warna tanah dapat meliputi putih,
merah, coklat, kelabu, kuning, adapula kebiruan dan kehijauan.
Struktur tanah adalah kenampakan bentuk atau susnan
partikel-partikel primer tanah (pasir, debu dan liat individual) hingga
partikel-partikel sekunder (gabungan artikel-artikel primer yang membentuk
agregat (bongkah)).
Pada praktikum ini dilakukan pengamatan warna dan
struktur tanah. Dari hasil pengamatan didapatkan data sesuai dengan tabel
penetapan warna tanah dan struktur tanah. Pada pengamatan ini terdapat 5
lapisan tanah yang dimulai dari atas sampai ke bawah yaitu Ap, AB, B1, B2, dan
B3. Setiap lapisan ini memiliki warna dan struktur tanah yang berbeda-beda.
Tanah lapisan 1 (Ap) memiliki struktur tanah yang remah, yaitu
berbentuk porous, bulat, ukuran kecil, dan agregat tidak terikat satu sama
lain. Lapiasan 1 terdapat pada kedalaman 0-17 cm. Warna tanah pada laisan 1 yang
ditetapkan dengan Munsel Soil Color Chart
adalah 7,5 YR 3/3 yaitu Dark Brown atau coklat gelap. Lapisan ini berwarna
coklat gelap karena mengandung bahan organik. Bahan organik ini berasala dari
sisa-sisa tanaman yang mengalami peruraian yang akan mempunyai warna cenderung
lebih hitam.
Tanah lapisan 2 yaitu diberi simbol AB. Warna
tanah pada lapisan AB yaitu ditetapkan dengan menggunakan Munsell Soil Color
Chart adalah 5YR 4/4 yaitu Reddish Brown (coklat kemerah-merahan). Lapisan
ini terdapat pada kedalaman 17-47 cm. Struktur tanah pada lapisan ini
adalah gumpal (Sub angular blocky) yaitu berbentuk kubus dengan sumbu vertikal
sama dengan sumbu horizontzl, dan agregat berpegang erat dengan yang lainnya.
Tanah lapisan 3 yaitu diberi simbol B1 yang
berkedalaman antara 47-92 cm. Warna pada lapisan ini adalah merah
kekuning-kuningan (yellowish red) dengan kisaran warna 5 YR 4/6 (penetapan
Munsell Soil Color Chart). Struktur tanah pada lapisan ini adalah gumpal
bersudut (angular blocky) yaitu berbentuk kubus dengan sudut tajam sumbu
vertikal sama dengan sumbu horizontal. Tanah pada lapisan 3 dan 4 mempunyai
struktur yang sama yaitu gumpal bersudut (angular blocky).
Tanah pada
lapisan ke 4 diberi simbol B2. tanah ini berkedalaman antara 92-125 cm. Warna
tanah pada lapisan B2 adalah merah gelap (dark red). Kisaran warna 10 R 3/6.
struktur tanahnya adalah gumpal bersudut) yaitu berbentuk kubus dengan sudut
tajam sumbu vertikal sama dengan sumbu horizontal.
Tanah lapisan 5 atau yang terakhir diberi simbol
b#. Kedalaman tanah ini antara 125-150 cm. Warna tanah laipsan B3 adalah merah
(red). Kisaran warna menurut penetapan Munsell
Soil Color Chart adalah 2,5 YR 4/6. warna merah menunjukkan berlangsungnya
oksidasi tinggi terhadap senyawa besi dan hanya mungkin terjadi jika tubuh
bertata udara baik dan temperature tanah tinggi dengan jeluk air bumi dalam.
Struktur tanah semakin ke bawah semakinkeras
kemudian menjadi lembut lagi. Hal ini dikarenakan pengaruh faktor pembentukan
agregat dan profil tanah. Tanah pada lapisan atas (lapisan 1) remah, kemudian
semakin ke bawah keras tetapi pada lapisan selanjutnya tanah lembut lagi.
Lapisan atas remah disebabkan bahan organik dimana lapisan ini adalah lapisan
pengolahan tanah. Pada lapisan 2 tanah remah dan agak sedikit lembut, hal ini
dikarenakan pada tanah lapisan ini terjadi pencucian dab pengendapan unsur
hara. Selanjutnya, pada tanah lapisan 3 tanah lebih lembut dikarenakan tanah
pada lapisan ini trtjadi pengendapan tingkat pertama/awak. Kemudian pada
lapisan ke 4 tanah lebih keras disebabkan karena lapisan ini mengalami proses
pengendapan maksimal. Pada lapisan terakhir (lapisan 5) tanah kembali menjadi
lebih lembut karena kembali ke bahan induk tanah/ campuran bahan induk.
Warna tanah dari lapisan atas (lapisan 1) samapi
lapisan bawah (lapisan 5) berbeda, dikarenakan dipengaruhi oleh luas permukaan
spesifik yang dikali dengan proporsi volumetrik masing-masing terhadap tanah.
Perbedaan warna tanah juga disebabkan oleh warna humus, besioksida dan besi
hidroksida dan juga kandungan bahan organiknya terdapat pada tanah tersebut.
Semakin gelap warna tanah maka kandungan bahan organiknya semakin tinggi. Warna
tanah yamng berwarna merah menunjukkan berlangsungnya oksidasi tinggi terhadap
senyawa besi. Warna kuning pada tanah karena adanya oksidasi-oksidasi besi terhidrat pada tanah-tanah dengan atusan
sering kali sangat terhambat. Tanah-tanah berwarna kuning terbentuk pada
temperatur rendah dan curah hujan yang tinggi sehingga persenyawaan besi
tersedia dalam bentuk oksi-hidrat dan temperatu tinggi di dataran rendah dan
peluruhannya dipengaruhi oleh air bumi, tanah dari endapan sungai.
Pada pengamatan warna tanah terdapat warna matriks
dan warna karat. Warna matriks adalah warna yang mendominasi ditiap horizon
tanah, sedangkan warna karat adalah warna yang terbentuk akibat akumulasi Fe,
mineral alin oleh air sehingga membentuk spot-spot/bercak pada tanah. Karat
terdapat karat merah dan karat kuning. Karat kuning terjadi karena proses
lanjutan dari karat merah apabila karat merah dibiarkan. Warna matriks juga
dapat disebut warna dasar tanah.
Tanah alfisol adalah tanah-tanah yang terdapat
penimbunan liat di horizon bawah. Tanah alfisol mempunyai horizon argilik dan
terjadi di daerah di mana tanah hanya sebentar lembab pada paling sedikit
sebagian dalam tahun tersebut. Tanah alfisol mempunyai kejenuhan basa yang
tinggi yaitu lebih dari 35% (>35%) pada kedalaman 180 cm dari permukaan
tanah atau pada horizon alfisol terbawah. Basa yang dilepaskan dalam tanah
karena pelapukan kurang lebih sama dengan cepatnya pencucian ke bawah dengan
bersama gerakan air. Jadi tingkatan alfisol sedikit agak rendah daripada
Mollisol yang digunakan untuk pertanian dua jenis tanah diperkirakan berstatus
basa rendah. Alfisol mempunyai urutan ketiga di dunia. Area tanah alfisol
terbesar adalah di sebelah gurun Sahara di Afrika. Tanah alfisol mempunyai
musim kering tertentu dan bila diolah, merupakan obyek yang serius akibat
intensitas hujan lebat pada musim hujan.
Tanah ultisol merupakan tanah yang mengalami
pelapukan terbanyak dan memperlihatkan pengaruh pencucian paling akhir. Tingkat
pelapukan dan penbentukan ultisol berjalan lebih cepat, daerah-daerah yang
beriklim humid dengan suhu tinggi dan curah hujan tinggi menyebabkan ultisol
mempunyai kejenuhan basa rendah (kejenuhan basa < 35% pada horizon tanah
yang lebih rendah). Selain itu, tanah ultisol juga mempunyai keasaman tanah,
kejenuhan Aldd tinggi dan bahan organik rendah sampai sedang. Tanah ultisol berwarna gelap dan
strukturnya padat menggumpal atau granular.
Pada kegiatan awal praktikum warna dan struktur
tanah kita tidak langsung mengamati warna dan struktur tetapu kita akan
membahas sedikit tentang pengenalan profil tanah. Pada pengenalan profil tanah
yang akan diamati, penampang penamatan (profil) harus bersih dan terang.
Penampang pada pengamatan ini tanah harus lembab ( matriks tanah harus lembab).
Pertama kita tusuk-tusukan atau dicungkil-cungkil, kemudian diukur dengan
menggunakan meteran sedalam 150 cm. Lihat perbedaan warna secara kasat mata untuk membedakan lapisan tanah. Setelah
diketahui batas-batas antar lapisan, setiap lapisan kita tusuk-tusuk dan
dicungkil-cungkil ditaruh ditangan kiri dan diremas-remas. Setelah
diremas-remas kita dapat mengetahui struktur tanah dengan mengambil
sampel/contoh pada tanah yang diremas-remas. Kemudian tanah yang dipergunakan
untuk sampel pada struktur, kita juga dapat mengambil dan mempergunakan untuk
mengetahui warna dengan menggunakan penetapan Munsel Soil Color Chart. Setelah mengambil contoh pada lapisan
pertama, dilanjutkan dengan mengambil contoh pada lapisan 2,3,4, dan 5.
selanjutnya, setelah mengambil contoh untuk struktur tanah maka kita akan
mengetahui struk tanah dengan cara pecahkan tanah dengan tekanan jari. Apabila
warna tanah di bawah lubang Munsell Soil Color Chart dengan jari. Apabila warna
tanah gumpalan tadi tepat sam dengan gambar warna tekstur, maka diberi
angka-angka kilap, nilai dan kroma tertinggi dan terendah yang membatasinya. Di
sebelah kirinya ada bacaan tentang warna tanahnya.
IV.
KESIMPULAN
Adapun kesimpulan yang didapat pad praktikum ini adalah
1. Warna tanah berfungsi sebagai penentu
suatu status kesuburan tanah
2. Penentuan warna tanah dilakukan di tempat
yang terhindar dari sinar matahari dan menggunakan Munsell Soil Color Chart
3. Penentuan warna pada Munsell Soil Color Chart digunakan kisaran warna 2,5 R – 10 R untuk
warna merah, 2,5 Y -5 Y untuk warna kuning dan 5 YR -10 YR untuk warna coklat
4. Warna dan struktur tanah pada tiap lapisan
berbeda yang disebabkan oleh luas permukaan spesifik dengan proporsi volumetrik
tanah
5. Struktur tanah pada lapisan Ap adalah
remah, lapisan AB adalah gumpal, lapisan B1 adalah gumpal bersudut, lapisan B2
adalah gumpal bersudut, dan lapisan B3 adalah gumpal
6. Tanal Alfisol mempunyai kejenuhan basa
lebih dari 35 %, dan tanah Ultisol mempunyai kejenuyhan basa kurang dari 35 %
7.
Tanah yang berwarna gelap mengandung bahan organik dan
karbon
8.
Warna matriks adalah warna dasar tanah atau warna
mendominasi ditiap horizon tanah.
DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2010. http/:www.google.com/struktur tanah.htm/210410.13:21
Foth, Henry d. 1998. Dasar-Dasar Ilmu
Tanah. Gadjah Mada University Press : Yogyakarta
Hadi Utomo, w. 1992. Dasar-dasar
Fisika Tanah. Jurusan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya :
Malang
Hanafiah, Kemas A. 2007. Dasar-Dasar
Ilmu Tanah. Pt. Raja Grafindo Persada : Jakarta
Poerwowidodo. 1991. Genesa Tanah.
Rajawali : Jakarta
Tim Dosen. 2010. Penuntun Praktikum
Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Universitas Lampung : Bandar Lampung
PERTANYAAN
1. Kesimpulan apa yang dapat diambil, jika
pada suatu profil tanah saudara mendapatkan data sebagian berikut :
- memiliki bercak dengan chroma lebih kecil
atau sama dengan 2 pada kedalaman kurang dari 50 cm
- Warna matriks pada kedalaman lebih dari 25
cm lebih biru dari 10 Y
Jawab :
- Warna tanah gelap, ada tiga penyebabnya
yaitu drainase yang buruk, kandungan karbon yang tinggi dan kandungan bahan
organik yang tinggi
-
Tanah ini mengandung banyak air dan alumunium serta
berwarna biru
2. Jelaskan pengaruh pengolahan tanah
terhadap struktur tanah ?
Jawab:
Pengolahan
tanah dapat dilakukan dengan dua tipe yaitu pengolahan manual dan menggunakan
alat. Dengan pengolahan tanah secara manual struktur pada tanah akan mengalami
perubahan yang sedikit tetapi apabila dengan menggunakan alat berat /traktor
maka akan terjadi pemadatan tanah yang akan menekan dan mempengaruhi struktur
tanah menjadi lebih padat.